Recent Posts

The Scent of Generousity


Belakangan ini saya banyak merenungkan tentang kemurahan hati. Hal yang terpikir pertama kali tentang kemurahan hati adalah memberikan sesuatu bagi orang lain dan sesuatu itu terbentuk dalam pikiran saya sebagai sebuah benda. Beberapa lama memikirkan hal ini, saya menemuan bahwa arti kemurahan hati ada di kata itu sendiri: kemurahan dan hati. Saya tersadar bahwa, tidak ada kata yang menunjuk kepada sebuah benda disana, dalam bentuk apapun! Dan ternyata, arti kemurahan hati adalah seperti yang kata ini tunjukkan, yaitu menuju kepada kondisi hati seseorang yang bermurah.

Kemurahan hati adalah sikap hati. Seseorang bisa saja memberikan sebagian hartanya, kepunyaannya, atau hal lainnya, tanpa ada sikap hati yang bermurah di dalamnya. Arti sebuah pemberian ternyata bukan berdasar pada ukuran dan harganya. Akan tetapi, kepada kerelaan hatinya untuk memberi kepada orang lain.

Setiap sumber yang orang miliki berbeda. Ada yang memiliki persediaan yang besar, ada yang hanya memiliki persediaan yang kecil dan mungkin sangat sedikit. Tapi, pemberian dari orang yang memiliki sedikit, bisa lebih berarti dari orang yang memiliki banyak. Contohnya, meskipun orang memiliki sedikit, namun jika memiliki hati yang besar untuk memberikan segala yang ia punya, pemberiannya menjadi berarti lebih berharga dari yang memiliki banyak tapi mungkin hanya memberikan sebagian dari yang ia miliki (apalagi jika tidak tulus).

Hal menarik lainnya tentang kemurahan hati adalah, hal itu bisa tidak terlihat oleh orang lain, tetapi akan selalu ada “aroma”nya dan “aroma” ini akan menarik orang lain lagi untuk memberi ke kehidupan si pemberi. Kita pernah berpikir bahwa kalau kita memberi, kita akan mengurangi yang kita miliki. Sebenarnya, tidak demikian. Saat kita memberi, kita melakukan perputaran pada sumber yang kita miliki. Kita memberi kepada orang lain, dan ada orang lain yang memberi kepada kita. Kita bermurah hati kepada orang lain, dan akan datang juga orang lain yang bermurah hati kepada kita. Sebuah aroma akan selalu tercium, sama seperti kemurahan hati. Aromanya yang tidak kelihatan tetap dapat membawa orang lain kepada kita!

Kemurahan hati bukan berfokus pada yang kita lakukan.

Kemurahan hati adalah sikap hati.

Lately, I think a lot about generousity. The first thing that comes to my mind about it is to give something to others, and that ‘something’, is a thing. I think about it over and over again and I find that the meaning of the word lies on its own word (in Indonesia generousity is called “kemurahan hati” – the willingness of heart). Willingness and heart. There is no word that refers to the substance of the gift, in any shape! Apparently, the meaning of generousity, is about the condition of the giver’s heart. It’s his/ her willingness to give.

Generousity is an attitude of the heart. Someone can give half of his or her wealth, possession, or other things, without a heart that is willing to give or to benefit others. The meaning of giving, does not depend on the size or the price. But, it depends on the willingness of the heart in giving.

Each person has different resources. Some have lots of resources, some only have little and maybe very little. But the giving of the one who has little may be more meaningful than the one who has a lot. For example, though only having little, the giving will mean much more precious with the willingness of heart to give, than the one who has many, but only give some of what he or she has (without a willing heart is even worse).

The interesting point about generousity is, it is unseen sometimes, but the scent will always be there, and this scent will draw others to invest in the life of the giver. We may think giving means making our portion less. Actually, it’s not so. When we give, we simply distribute our resources. We give to others, and others give to us. When we are being generous, generous people will come to us too. A scent moves around in the air, like generousity. It’s unseen but will always lead others to us.

Generousity doesn't focused on the things we do. It's an attitude of the heart.

Search By Tags
Archive