Recent Posts

We are LEADERS!


Kata “pemimpin” mungkin sering mengingatkan kita dengan atasan kita di kantor, guru kita di sekolah, atau orang tua kita. Saat sekolah, sering juga diadakan pemilihan pemimpin; siapa yang menjadi ketua kelas, siapa yang memimpin upacara, dan banyak hal lainnya. Berbicara tentang memimpin, sering dikaitkan dengan adanya orang yang dipimpin/pengikut, dan ada juga tanggung jawab lebih yang dimiliki oleh seorang yang ditunjuk sebagai pemimpin. Akan tetapi, menjadi seorang pemimpin bukanlah tentang posisi yang dimiliki, melainkan tentang memberikan pengaruh (influence).

Hal uniknya adalah, sebelum adanya posisi atau tanggung jawab yang diberikan kepada kita, kita sudah terlebih dahulu menjadi seorang pemimpin. Lalu, siapakah yang kita pimpin selama ini, sadar atau secara tidak sadar?

Orang pertama yang kita pimpin adalah diri kita sendiri.

Mungkin kita sering tidak sadar, tetapi faktanya adalah, setiap hari kita memimpin diri kita sendiri. Apakah kita mau mengikuti kemalasan atau memilih bekerja dengan motivasi yang tinggi? Apakah kita mau menjaga kesehatan atau hidup dengan tidak teratur dan tidak seimbang? Apakah kita mau memaafkan orang lain, ataukah kita mau menyimpan dendam? Apakah kita mau datang ke sekolah atau tidak? Pilihan-pilihan yang kita buat berpengaruh kepada hidup kita, dan pengaruh inilah yang kita ciptakan sebagai seorang pemimpin. Dan pada akhirnya, jika kita melihat pengaruh yang baik, berarti kita sudah memimpin diri dengan baik. Tapi juga, jika kita melihat pengaruh yang tidak baik, berarti kita belum memimpin diri dengan baik.

Diri kita sendirilah yang pertama kali merasakan pengaruh dari kepemimpinan kita terhadap diri sendiri. Kemudian, setelah itu, orang lain yang menerima dampaknya. Karena kepemimpinan adalah tentang pengaruh, maka itu, kita bisa menjadi seorang pemimpin yang baik bagi orang lain saat kita dapat memberikan pengaruh yang baik. Apa yang kita lakukan di hidup kita sehari-hari, akan menjadi pelajaran-pelajaran tertulis yang dapat dibaca oleh orang lain.

Sadarlah bahwa kita membawa kualitas dari kepemimpinan kita setiap waktu!

(English Version)

The word “leaders” will remind us of our boss at the office, our teachers at school, or our parents. In school, there have been many votings to choose a leader; who’s the class leader, who’s leading the ceremony, and many other things. Speaking about leadership, it may often be related with the followers, or the bigger responsibility that someone has to bear as the leader. But, being a leader is not about the position, it’s about the influence.

The unique point about this is, before there is a position or responsibility that’s being trusted to us, we are already a leader. So, whom have we led all of this time?

The first person we lead is ourselves.

We may not realize it, but the fact is, we lead ourselves everyday. Are going to stay lazy or will we work with high motivation? Are we going to take care of our health, or will us live with lack of care? Are going to forgive people, or will we keep the grudge? Are going to school or not? All choices we made will influence our lives, and this influence is what makes us a leader. Eventually, if we see good influence, we know we have led ourselves well. And also, if we see bad influence, we know we haven’t led ourselves well.

We are the first one to receive the influence of our leadership. And after that, others will receive the influence. Because leadership is about influence, we can be a good leader as we long as we insist on giving good influence. What we do everyday will be a written lesson for everyone to see.

We display the quality of our leadership all of the time!

Search By Tags
Archive