Recent Posts

Proof or Without Proof


Jika kita menonton berita di TV tentang penangkapan yang dilakukan terhadap seseorang karena pelanggarannya, kita seringkali juga mendengar bahwa ada barang bukti tertentu yang disebutkan. Barang bukti tersebut berfungsi agar penangkapan bukan sekedar tindakan yang sembarangan, tapi dilakukan karena sudah terbukti benar.

Hal seperti ini juga sering terjadi pada hidup kita sehari-hari, hanya saja dengan bentuk yang berbeda. Yaitu pada saat-saat tertentu di mana kita "menawan" seseorang, bukan secara fisik, tapi di dalam pikiran kita, dengan asumsi kita.

Apakah asumsi itu? Asumsi adalah kepercayaan kita terhadap suatu hal, namun tanpa bukti - dengan kata lain - asumsi adalah sebuah dugaan.

"Jangan-jangan dia bicara seperti ini karena..."

"Kok dia seenaknya saja ya bersikap seperti ini?"

"Sepertinya dia ga terlalu peduli."

Dan lain-lain.

Dugaan sering muncul dimulai dengan ide-ide seperti di atas ini, yang sebenarnya seringkali kita ciptakan sendiri, sebagai reaksi kita terhadap sesuatu. Asumsi normal saja terjadi, tapi kalau kita malah terbawa dengan asumsi kita tanpa berusaha mengerti orang lain terlebih dulu, resikonya adalah kita bisa merusak hubungan yang kita miliki.

Asumsi terjadi karena banyak faktor seperti, kebiasaan, kurang percaya kepada orang lain, kurang mengenal seseorang, terburu-buru menyimpulkan, emosi, atau pun sebagai bentuk pembelaan diri. Apapun penyebabnya, mari belajar untuk berpikir sehat, yang pada akhirnya akan menguntungkan diri kita sendiri dan orang lain juga.

Pertama, buat diri kita lebih peka terhadap pikiran yang muncul di dalam kita. Jika kita tahu, bahwa itu adalah sebuah asumsi karena kita belum melihat buktinya, maka redakan emosi dan pikiran itu, latih empati dan tempatkan diri di posisi orang tersebut. Belajar kenali orang lain lebih lagi, sehingga kita bisa mengerti maksud dari ucapan atau tindakan orang tersebut. Tidak semua orang bisa mengekspresikan dirinya dengan baik, termasuk kita, maka itu kita harus menerima hal ini. Alihkan fokus kita dari: asumsi ke membangun hubungan yang baik, mencari solusi, dan belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa.

Tanyakan ke diri kita, jika kita bersikap, berpikir, atau mengucapkan suatu hal, apakah hal itu dapat membangun hubungan kita? Apakah hal itu bisa menjadi solusi atau malah memperburuk keadaan? Apakah sikap kita yang demikian menunjukkan kedewasaan atau kekanak-kanakan dan egois?

Jika kita fokus dengan tiga hal ini, maka, dengan bukti, atau tanpa bukti sekalipun, pada akhirnya kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, karena kita terfokus pada hal-hal yang akan membangun diri sendiri dan orang lain, bukan merusak.

Ayo semangat menjadi pribadi yang lebih baik lagi!

+++

When we are watching the daily news about the arrest of someone because of his or her crimes, we also heard about an evidence being mentioned. The evidence functions as a guarantee that the arrest is not done recklessly because it has proven to be true.

Something like this also happens in our daily lives, but it comes in a different format. We might be “arresting” someone, not physically, but inside our mind - with our assumption.

What is assumption? Assumption is our belief upon something, but without proof - in other words - assumption is like a guess.

“I think he talks to me like this because…”

“Why is it so easy for her to be careless like this?”

“I don’t think they even care about it.”

And so on.

Assumption often starts with ideas like these, which we create on our own, as our reaction towards something. Assumption is normal to happen, but if we let ourselves be carried away with our assumption without even trying to understand other people, we take the risk of damaging our relationships.

There are many factors that cause assumption such as habit, lack of trust, lack of understanding, quick to conclude, emotional reaction, or even a form of self-defense. Whatever may cause our assumption, let’s learn to think healthy, which will eventually benefit us and other people as well.

First, be more aware of the thoughts in our mind. If we know that it’s only an assumption because we haven’t seen the proof yet, then calm ourselves down, practice empathy and put ourselves in that person’s position. Learn to know other people better, so we can fully understand the purpose of their words and actions. People don’t always express themselves well, including us, that is why we have to accept it. Shift our focus from: assumption to building the relationship, looking for solution, and learning to be a mature person.

Ask ourselves. If we act, think, or say some things, will they build our relationship? Is it going to be a solution or is it going to ruin the situation instead? Will our actions show our maturity, or is it childish and selfish instead?

If we turn our focus to these three things, then with or without proof, we will eventually become a better person, because we are focusing on things that will build ourselves and other people, not ruining.

Let’s do our best to be a better person!

Search By Tags
Archive